Ilmu Pengetahuan Wajib di Miliki Oleh Semua Orang

Ilmu pengetahuan yang selama ini kita dapatkan dari sekolah maupun pengalaman kita pribadi ternyata faktanya tidak semua orang bisa menikmati ilmu pengetahuan seperti yang kita nikmati saat ini.

Khususnya Indonesia yang baru merdeka kurang dari 100 tahun membuat kita banyak melihat saudara-saudara kita yang berada di pelosok sana tidak bisa menikmati indahnya pengetahuan.

Ilmu Pengetahuan Wajib di Miliki Oleh Semua Orang
Dari sanalah saya bergerak untuk mencoba menyadarkan teman-teman kita yang masih belum sadar bahwa pendidikan tidak di miliki oleh semua orang khususnya masyarakat kita di Negeri ini. Seperti halnya tentang pendidikan yang di kumandakangkan oleh tokoh-tokoh pendidiri bangsa.

Menurut pasal 1 angka 1 UU Tahun 1999 tentang HAM dan UU No 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negarag, hukum, pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

Pendidikan menjadi sangat penting dikarenakan pendidikan bisa membuat generasi bangsa cerdas dan nantinya akan membuat bangsa ini bisa terus berkembang maju menjadi negara yang tidak terdekte oleh negara lain.

Tanpa adanya pendidikan yakinlah bangsa ini akan semakin terpuruk dan akan terus seperti ini sampai kapanpun. Sedih itu ketika kita melihat orang lain saudara kita sendiri tidak bisa menikmati pendidikan yang kita nikmati saat ini.

Oleh sebab itu cobalah kita contoh dari tokoh pendidikan kita yang begitu semangat memplopori berdirinya sekolah ya benar dialah ki hajar dewantara yang sangat gigih dan membuat saya ingin seperti beliau.

Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (EBI: Suwardi Suryaningrat, sejak 1922 menjadi Ki Hadjar Dewantara, EBI: Ki Hajar Dewantara, beberapa menuliskan bunyi bahasa Jawanya dengan Ki Hajar Dewantoro; lahir di Pakualaman, 2 Mei 1889 – meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun.

Selanjutnya disingkat sebagai “Soewardi” atau “KHD”) adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.

Tanggal kelahirannya sekarang diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. Bagian dari semboyan ciptaannya, tut wuri handayani, menjadi slogan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia, KRI Ki Hajar Dewantara.

Potret dirinya diabadikan pada uang kertas pecahan 20.000 rupiah tahun edisi 1998. Ia dikukuhkan sebagai pahlawan nasional yang ke-2 oleh Presiden RI, Sukarno, pada 28 November 1959 (Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959)

Saya kira cukup sampai disini dulu artikel saya kali ini, semoga teman-teman juga sadar akan pentingnya pendidikan untuk negeri ini.

Post A Reply